
JAKARTA - Mantan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil seperti sudah optimistis dirinya tidak akan lagi duduk di jabatan yang telah dipimpinnya di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid pertama. Dirinya mengaku sudah beres-beres kantor dan siap untuk kembali ke profesi lamanya sebagai dosen di almamaternya yakni Universitas Indonesia (UI).JAKARTA - Mantan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil seperti sudah optimistis dirinya tidak akan lagi duduk di jabatan yang telah dipimpinnya di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid pertama. Dirinya mengaku sudah beres-beres kantor dan siap untuk kembali ke profesi lamanya sebagai dosen di almamaternya yakni Universitas Indonesia (UI).
"Beres-beres sudah. Saya akan kembali ke profesi saya sebagai dosen," tukasnya seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Senin (19/10/2009).
Pria asal Aceh kelahiran 56 tahun yang lalu awalnya menjadi anggota KIB jilid pertama dengan menduduki jabatan sebagai Menteri Negara Komunikasi dan Informasi hingga 2007, baru kemudian menduduki jabatan sebagai Menteri Negara BUMN sejak 2007 hingga masa berakhir jabatannya.
Selama lima tahun masa jabatannya di KIB, Sofyan menghaturkan terima kasih kepada Presiden SBY atas kepercayaan beliau yang telah memberinya amanah.
"Saya berterima kasih kepada Presiden yang telaj memberikan amanah kepada saya menjadi menteri selama lima tahun ini. Mudah-mudahan ada manfaatnya dan berakhir dengan baik," tambahnya.
Dirinya mengakui masih banyak permasalahan yang belum terselesaikan selama dirinya menjabat di Kementerian Negara BUMN. Namun, Sofyan tidak ingin meninggalkan banyak kesulitan bagi menteri baru penggantinya, namun tidak pula mencoba untuk mengajari menteri baru untuk menyelesaikan permasalahan yang masih tersisa di posnya.
"Saya tidak mau mengajari menteri yang baru, semuanya sudah ada di buku Memori Jabatan yang di keluarkan Kementerian BUMN," pungkasnya. (ade)"Beres-beres sudah. Saya akan kembali ke profesi saya sebagai dosen," tukasnya seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Senin (19/10/2009).Pria asal Aceh kelahiran 56 tahun yang lalu awalnya menjadi anggota KIB jilid pertama dengan menduduki jabatan sebagai Menteri Negara Komunikasi dan Informasi hingga 2007, baru kemudian menduduki jabatan sebagai Menteri Negara BUMN sejak 2007 hingga masa berakhir jabatannya.Selama lima tahun masa jabatannya di KIB, Sofyan menghaturkan terima kasih kepada Presiden SBY atas kepercayaan beliau yang telah memberinya amanah."Saya berterima kasih kepada Presiden yang telaj memberikan amanah kepada saya menjadi menteri selama lima tahun ini. Mudah-mudahan ada manfaatnya dan berakhir dengan baik," tambahnya.Dirinya mengakui masih banyak permasalahan yang belum terselesaikan selama dirinya menjabat di Kementerian Negara BUMN. Namun, Sofyan tidak ingin meninggalkan banyak kesulitan bagi menteri baru penggantinya, namun tidak pula mencoba untuk mengajari menteri baru untuk menyelesaikan permasalahan yang masih tersisa di posnya."Saya tidak mau mengajari menteri yang baru, semuanya sudah ada di buku Memori Jabatan yang di keluarkan Kementerian BUMN," pungkasnya. (ade)

















