JAKARTA - Kementerian Negara BUMN menjajaki kemungkinan pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) Perum Pegadaian mengingat peranannya yang begitu besar bagi masyarakat.
"Suatu saat nanti Pegadaian bisa kita IPO-kan. Pegadaian besar peranannya dalam kegiatan ekonomi," ujar Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, di kantor Kementerian Negara BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (9/10/2009).
Kemungkinan IPO itu besar akan terwujud mengingat Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah memberikan izin untuk mengubah Perum Pegadaian menjadi PT Pegadaian dengan tinggal menunggu keluarnya Peraturan Pemerintah (PP).
JAKARTA - Kementerian Negara BUMN menjajaki kemungkinan pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) Perum Pegadaian mengingat peranannya yang begitu besar bagi masyarakat.
"Suatu saat nanti Pegadaian bisa kita IPO-kan. Pegadaian besar peranannya dalam kegiatan ekonomi," ujar Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, di kantor Kementerian Negara BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (9/10/2009).
Kemungkinan IPO itu besar akan terwujud mengingat Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah memberikan izin untuk mengubah Perum Pegadaian menjadi PT Pegadaian dengan tinggal menunggu keluarnya Peraturan Pemerintah (PP).
"Sekarang sudah dapat persetujuan Menkeu untuk jadi PT, tinggal menunggu PP dari Perum jadi PT supaya lebih cepat berkembang," tambahnya.
Adapun prioritas untuk privatisasi BUMN dalam waktu dekat masih sama seperti tahun lalu yaitu PTPN dan Garuda. "PTPN supaya diprivatisasi dijual sebagian sahamnya supaya bisa berkembang, Garuda juga," tukasnya.
Sementara itu untuk repo saham Pegadaian tergantung kebijakan perusahaan di mana mereka harus melakukan gadai saham terlebih dahulu.
"Tahun lalu mereka sudah melakukan uji coba. Prinsipnya itu bisnis. Tapi harus melakukan dengan cara yang paling prudence dan itu mereka lakukan. Tapi kemudian tahun lalu, jumlahnya tidak banyak. Jangan repo yang dilakukan kemarin, yang dilakukan banyak orang. Repo boleh-boleh saja tapi yang penting adalah yang paling prudence," pungkasnya. (ade)"Sekarang sudah dapat persetujuan Menkeu untuk jadi PT, tinggal menunggu PP dari Perum jadi PT supaya lebih cepat berkembang," tambahnya.
Adapun prioritas untuk privatisasi BUMN dalam waktu dekat masih sama seperti tahun lalu yaitu PTPN dan Garuda. "PTPN supaya diprivatisasi dijual sebagian sahamnya supaya bisa berkembang, Garuda juga," tukasnya.
Sementara itu untuk repo saham Pegadaian tergantung kebijakan perusahaan di mana mereka harus melakukan gadai saham terlebih dahulu.
"Tahun lalu mereka sudah melakukan uji coba. Prinsipnya itu bisnis. Tapi harus melakukan dengan cara yang paling prudence dan itu mereka lakukan. Tapi kemudian tahun lalu, jumlahnya tidak banyak. Jangan repo yang dilakukan kemarin, yang dilakukan banyak orang. Repo boleh-boleh saja tapi yang penting adalah yang paling prudence," pungkasnya. (ade)